Alquran-indonesia.com


m.berita8.com


 
surah / surat : At-Tahriim Ayat : 1
يَٰٓأَيُّهَا
wahai
ٱلنَّبِىُّ
Nabi
لِمَ
mengapa
تُحَرِّمُ
kamu mengharamkan
مَآ
apa
أَحَلَّ
yang menghalalkan
ٱللَّهُ
Allah
لَكَ
bagimu
تَبْتَغِى
kamu mencari
مَرْضَاتَ
kesenangan
أَزْوَٰجِكَ
isteri-isterimu
وَٱللَّهُ
dan Allah
غَفُورٌ
Maha Pengampun
رَّحِيمٌ
Maha Penyayang

يٰۤاَيُّهَا النَّبِىُّ لِمَ تُحَرِّمُ مَاۤ اَحَلَّ اللّٰهُ لَـكَ‌ۚ تَبۡتَغِىۡ مَرۡضَاتَ اَزۡوَاجِكَ‌ؕ وَاللّٰهُ غَفُوۡرٌ رَّحِيۡمٌ‏ ﴿۱﴾  

yaa ayyuhaa alnnabiyyu lima tuharrimu maa ahalla allaahu laka tabtaghii mardaata azwaajika waallaahu ghafuurun rahiimun

1. Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu; kamu mencari kesenangan hati isteri-isterimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang [1486]

[1486] Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw pernah mengharamkan dirinya minum madu untuk menyenangkan hati isteri-isterinya. Maka turunlah ayat teguran ini kepada Nabi.
 
 
surah / surat : At-Tahriim Ayat : 2
قَدْ
sesungguhnya
فَرَضَ
mewajibkan
ٱللَّهُ
Allah
لَكُمْ
kepadamu
تَحِلَّةَ
pembebasan
أَيْمَٰنِكُمْ
sumpah-sumpahmu
وَٱللَّهُ
dan Allah
مَوْلَىٰكُمْ
pelindungmu
وَهُوَ
dan Dia
ٱلْعَلِيمُ
Maha Mengetahui
ٱلْحَكِيمُ
Maha Bijaksana

قَدۡ فَرَضَ اللّٰهُ لَـكُمۡ تَحِلَّةَ اَيۡمَانِكُمۡ‌ؕ وَاللّٰهُ مَوۡلٰٮكُمۡ‌ۚ وَهُوَ الۡعَلِيۡمُ الۡحَكِيۡمُ‏ ﴿۲﴾  

qad faradha allaahu lakum tahillata aymaanikum waallaahu mawlaakum wahuwa al'aliimu alhakiimu

2. Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepadamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu [1487] dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

[1487] Apabila seseorang bersumpah mengharamkan yang halal maka wajiblah atasnya membebaskan diri dari sumpahnya itu dengan membayar kaffarat, seperti tersebut dalam surat Al-Maaidah:89.
 
 
surah / surat : At-Tahriim Ayat : 3
وَإِذْ
dan ketika
أَسَرَّ
merahasiakan
ٱلنَّبِىُّ
Nabi
إِلَىٰ
kepada
بَعْضِ
sebagian
أَزْوَٰجِهِۦ
isteri-isterinya
حَدِيثًا
pembicaraan
فَلَمَّا
maka tatkala
نَبَّأَتْ
ia memberitakan
بِهِۦ
dengannya/pembicaraan
وَأَظْهَرَهُ
dan menyatakannya
ٱللَّهُ
Allah
عَلَيْهِ
kepadanya (Nabi)
عَرَّفَ
dia memberitahukan
بَعْضَهُۥ
sebagiannya
وَأَعْرَضَ
dan dia palingkan/sembunyikan
عَنۢ
dari
بَعْضٍ
sebagian
فَلَمَّا
maka tatkala
نَبَّأَهَا
dia memberitakan kepadanya
بِهِۦ
dengannya/hal itu
قَالَتْ
ia berkata
مَنْ
siapa
أَنۢبَأَكَ
memberitakan kepadamu
هَٰذَا
ini/hal itu
قَالَ
dia berkata
نَبَّأَنِىَ
memberitakan kepadaku
ٱلْعَلِيمُ
Maha Mengetahui
ٱلْخَبِيرُ
Maha Melihat

وَاِذۡ اَسَرَّ النَّبِىُّ اِلٰى بَعۡضِ اَزۡوَاجِهٖ حَدِيۡثًا‌ۚ فَلَمَّا نَـبَّاَتۡ بِهٖ وَاَظۡهَرَهُ اللّٰهُ عَلَيۡهِ عَرَّفَ بَعۡضَهٗ وَاَعۡرَضَ عَنۡۢ بَعۡضٍ‌ۚ فَلَمَّا نَـبَّاَهَا بِهٖ قَالَتۡ مَنۡ اَنۡۢبَاَكَ هٰذَا‌ؕ قَالَ نَـبَّاَنِىَ الۡعَلِيۡمُ الۡخَبِیْرُ‏ ﴿۳﴾  

wa-idz asarra alnnabiyyu ilaa ba'dhi azwaajihi hadiitsan falammaa nabba-at bihi wa-azhharahu allaahu 'alayhi 'arrafa ba'dhahu wa-a'radha 'an ba'dhin falammaa nabba-ahaa bihi qaalat man anba-aka haadzaa qaala nabba-aniya al'aliimu alkhabiiru

3. Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang isterinya (Hafsah) suatu peristiwa. Maka tatkala (Hafsah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu (pembicaraan Hafsah dan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafsah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafsah dan Aisyah) lalu (Hafsah) bertanya: "Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?" Nabi menjawab: "Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
 
 
surah / surat : At-Tahriim Ayat : 4
إِن
jika
تَتُوبَآ
kamu berdua bertaubat
إِلَى
kepada
ٱللَّهِ
Allah
فَقَدْ
maka sesungguhnya
صَغَتْ
condong/cenderung
قُلُوبُكُمَا
hati kamu berdua
وَإِن
dan jika
تَظَٰهَرَا
kamu berdua bantu-membantu
عَلَيْهِ
atasnya/Nabi
فَإِنَّ
maka sesungguhnya
ٱللَّهَ
Allah
هُوَ
Dia
مَوْلَىٰهُ
Pelindungnya
وَجِبْرِيلُ
dan Jibril
وَصَٰلِحُ
dan orang baik
ٱلْمُؤْمِنِينَ
orang-orang mu'min
وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ
dan malaikat
بَعْدَ
sesudah
ذَٰلِكَ
demikian/itu
ظَهِيرٌ
pembantu/penolong

اِنۡ تَتُوۡبَاۤ اِلَى اللّٰهِ فَقَدۡ صَغَتۡ قُلُوۡبُكُمَا‌ۚ وَاِنۡ تَظٰهَرَا عَلَيۡهِ فَاِنَّ اللّٰهَ هُوَ مَوۡلٰٮهُ وَجِبۡرِيۡلُ وَصَالِحُ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ‌ۚ وَالۡمَلٰٓٮِٕكَةُ بَعۡدَ ذٰلِكَ ظَهِيۡرٌ‏ ﴿۴﴾  

in tatuubaa ilaa allaahi faqad shaghat quluubukumaa wa-in tazhaaharaa 'alayhi fa-inna allaaha huwa mawlaahu wajibriilu washaalihu almu/miniina waalmalaa-ikatu ba'da dzaalika zhahiirun

4. Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mu'min yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula.
 
 
surah / surat : At-Tahriim Ayat : 5
عَسَىٰ
boleh jadi/mudah-mudahan
رَبُّهُۥٓ
Tuhannya
إِن
jika
طَلَّقَكُنَّ
dia menceraikan kamu
أَن
bahwa
يُبْدِلَهُۥٓ
Dia akan menggantikannya
أَزْوَٰجًا
isteri-isteri
خَيْرًا
lebih baik
مِّنكُنَّ
daripada kamu
مُسْلِمَٰتٍ
muslimat/patuh
مُّؤْمِنَٰتٍ
yang beriman
قَٰنِتَٰتٍ
yang taat
تَٰٓئِبَٰتٍ
yang bertaubat
عَٰبِدَٰتٍ
yang beribadat
سَٰٓئِحَٰتٍ
yang berpuasa
ثَيِّبَٰتٍ
yang janda
وَأَبْكَارًا
dan perawan

عَسٰى رَبُّهٗۤ اِنۡ طَلَّقَكُنَّ اَنۡ يُّبۡدِلَهٗۤ اَزۡوَاجًا خَيۡرًا مِّنۡكُنَّ مُسۡلِمٰتٍ مُّؤۡمِنٰتٍ قٰنِتٰتٍ تٰٓٮِٕبٰتٍ عٰبِدٰتٍ سٰٓٮِٕحٰتٍ ثَيِّبٰتٍ وَّاَبۡكَارًا‏ ﴿۵﴾  

'asaa rabbuhu in thallaqakunna an yubdilahu azwaajan khayran minkunna muslimaatin mu/minaatin qaanitaatin taa-ibaatin 'aabidaatin saa-ihaatin tsayyibaatin wa-abkaaraan

5. Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang ta'at, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadat, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.
 
 
surah / surat : At-Tahriim Ayat : 6
يَٰٓأَيُّهَا
wahai
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
ءَامَنُوا۟
beriman
قُوٓا۟
peliharalah
أَنفُسَكُمْ
dirimu
وَأَهْلِيكُمْ
dan keluargamu
نَارًا
api/neraka
وَقُودُهَا
dan bahan bakarnya
ٱلنَّاسُ
manusia
وَٱلْحِجَارَةُ
dan batu-batu
عَلَيْهَا
atasnya
مَلَٰٓئِكَةٌ
malaikat
غِلَاظٌ
yang kasar
شِدَادٌ
yang keras
لَّا
tidak
يَعْصُونَ
mereka mendurhakai
ٱللَّهَ
Allah
مَآ
apa
أَمَرَهُمْ
diperintahkanNya kepada mereka
وَيَفْعَلُونَ
dan mereka mengerjakan
مَا
apa
يُؤْمَرُونَ
mereka diperintahkan

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا قُوۡۤا اَنۡفُسَكُمۡ وَاَهۡلِيۡكُمۡ نَارًا وَّقُوۡدُهَا النَّاسُ وَالۡحِجَارَةُ عَلَيۡهَا مَلٰٓٮِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعۡصُوۡنَ اللّٰهَ مَاۤ اَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُوۡنَ مَا يُؤۡمَرُوۡنَ‏ ﴿۶﴾  

yaa ayyuhaa alladziina aamanuu quu anfusakum wa-ahliikum naaran waquuduhaa alnnaasu waalhijaaratu 'alayhaa malaa-ikatun ghilaatsun syidaadun laa ya'shuuna allaaha maa amarahum wayaf'aluuna maa yu/maruuna

6. Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
 
 
surah / surat : At-Tahriim Ayat : 7
يَٰٓأَيُّهَا
wahai
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
كَفَرُوا۟
(mereka) kafir
لَا
tidak/jangan
تَعْتَذِرُوا۟
kamu mengemukakan uzur
ٱلْيَوْمَ
hari ini
إِنَّمَا
sesungguhnya hanyalah
تُجْزَوْنَ
kamu diberi balasan
مَا
apa
كُنتُمْ
kamu adalah
تَعْمَلُونَ
kamu kerjakan

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا لَا تَعۡتَذِرُوا الۡيَوۡمَ‌ؕ اِنَّمَا تُجۡزَوۡنَ مَا كُنۡتُمۡ تَعۡمَلُوۡنَ‏ ﴿۷﴾  

yaa ayyuhaa alladziina kafaruu laa ta'tadziruu alyawma innamaa tujzawna maa kuntum ta'maluuna

7. Hai orang-orang kafir, janganlah kamu mengemukakan uzur pada hari ini. Sesungguhnya kamu hanya diberi balasan menurut apa yang kamu kerjakan.
 
 
surah / surat : At-Tahriim Ayat : 8
يَٰٓأَيُّهَا
wahai
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
ءَامَنُوا۟
beriman
تُوبُوٓا۟
bertaubatlah kamu
إِلَى
kepada
ٱللَّهِ
Allah
تَوْبَةً
taubat
نَّصُوحًا
sungguh-sungguh dan ikhlas
عَسَىٰ
boleh jadi/mudah-mudahan
رَبُّكُمْ
Tuhanmu
أَن
akan
يُكَفِّرَ
menghapus/menutupi
عَنكُمْ
dari kamu
سَيِّـَٔاتِكُمْ
kesalahan-kesalahanmu
وَيُدْخِلَكُمْ
dan akan memasukkan kamu
جَنَّٰتٍ
surga-surga
تَجْرِى
mengalir
مِن
dari
تَحْتِهَا
bawahnya
ٱلْأَنْهَٰرُ
sungai-sungai
يَوْمَ
pada hari
لَا
tidak
يُخْزِى
menghinakan
ٱللَّهُ
Allah
ٱلنَّبِىَّ
Nabi
وَٱلَّذِينَ
dan orang-orang yang
ءَامَنُوا۟
beriman
مَعَهُۥ
bersama dia
نُورُهُمْ
cahaya mereka
يَسْعَىٰ
berjalan/bersinar
بَيْنَ
diantara
أَيْدِيهِمْ
hadapan mereka
وَبِأَيْمَٰنِهِمْ
dan di sebelah kanan mereka
يَقُولُونَ
mereka mengatakan
رَبَّنَآ
ya Tuhan kami
أَتْمِمْ
sempurnakanlah
لَنَا
bagi kami
نُورَنَا
cahaya kami
وَٱغْفِرْ
dan ampunilah
لَنَآ
bagi kami
إِنَّكَ
sesungguhnya Engkau
عَلَىٰ
atas
كُلِّ
segala
شَىْءٍ
sesuatu
قَدِيرٌ
Maha Kuasa

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا تُوۡبُوۡۤا اِلَى اللّٰهِ تَوۡبَةً نَّصُوۡحًا ؕ عَسٰى رَبُّكُمۡ اَنۡ يُّكَفِّرَ عَنۡكُمۡ سَيِّاٰتِكُمۡ وَيُدۡخِلَـكُمۡ جَنّٰتٍ تَجۡرِىۡ مِنۡ تَحۡتِهَا الۡاَنۡهٰرُ ۙ يَوۡمَ لَا يُخۡزِى اللّٰهُ النَّبِىَّ وَالَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا مَعَهٗ‌ ۚ نُوۡرُهُمۡ يَسۡعٰى بَيۡنَ اَيۡدِيۡهِمۡ وَبِاَيۡمَانِهِمۡ يَقُوۡلُوۡنَ رَبَّنَاۤ اَ تۡمِمۡ لَـنَا نُوۡرَنَا وَاغۡفِرۡ لَـنَا‌ ۚ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ قَدِيۡرٌ‏ ﴿۸﴾  

yaa ayyuhaa alladziina aamanuu tuubuu ilaa allaahi tawbatan nashuuhan 'asaa rabbukum an yukaffira 'ankum sayyi-aatikum wayudkhilakum jannaatin tajrii min tahtihaa al-anhaaru yawma laa yukhzii allaahu alnnabiyya waalladziina aamanuu ma'ahu nuuruhum yas'aa bayna aydiihim wabi-aymaanihim yaquuluuna rabbanaa atmim lanaa nuuranaa waighfir lanaa innaka 'alaa kulli syay-in qadiirun

8. Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mu'min yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."
 
 
surah / surat : At-Tahriim Ayat : 9
يَٰٓأَيُّهَا
wahai
ٱلنَّبِىُّ
Nabi
جَٰهِدِ
perangilah
ٱلْكُفَّارَ
orang-orang kafir
وَٱلْمُنَٰفِقِينَ
dan orang-orang munafik
وَٱغْلُظْ
dan bersikap keraslah
عَلَيْهِمْ
atas/terhadap mereka
وَمَأْوَىٰهُمْ
dan tempat tinggal mereka
جَهَنَّمُ
neraka Jahannam
وَبِئْسَ
dan seburuk-buruk
ٱلْمَصِيرُ
tempat kembali

يٰۤاَيُّهَا النَّبِىُّ جَاهِدِ الۡكُفَّارَ وَالۡمُنٰفِقِيۡنَ وَاغۡلُظۡ عَلَيۡهِمۡ‌ؕ وَمَاۡوٰٮهُمۡ جَهَنَّمُ‌ؕ وَبِئۡسَ الۡمَصِيۡرُ‏ ﴿۹﴾  

yaa ayyuhaa alnnabiyyu jaahidi alkuffaara waalmunaafiqiina waughluzh 'alayhim wama/waahum jahannamu wabi/sa almashiiru

9. Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah jahannam dan itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali.
 
 
surah / surat : At-Tahriim Ayat : 10
ضَرَبَ
telah membuat
ٱللَّهُ
Allah
مَثَلًا
perumpamaan
لِّلَّذِينَ
bagi orang-orang yang
كَفَرُوا۟
(mereka) kafir
ٱمْرَأَتَ
isteri
نُوحٍ
Nuh
وَٱمْرَأَتَ
dan isteri
لُوطٍ
Luth
كَانَتَا
keduanya adalah
تَحْتَ
di bawah
عَبْدَيْنِ
dua orang hamba
مِنْ
dari
عِبَادِنَا
hamba Kami
صَٰلِحَيْنِ
dua orang saleh
فَخَانَتَاهُمَا
lalu keduanya berkhianat kepada keduanya
فَلَمْ
maka tidak
يُغْنِيَا
keduanya mampu
عَنْهُمَا
dari keduanya
مِنَ
dari
ٱللَّهِ
Allah
شَيْـًٔا
sesuatu/sedikitpun
وَقِيلَ
dan dikatakan
ٱدْخُلَا
masuklah kamu berdua
ٱلنَّارَ
api/neraka
مَعَ
bersama
ٱلدَّٰخِلِينَ
orang-orang yang masuk

ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا لِّـلَّذِيۡنَ كَفَرُوا امۡرَاَتَ نُوۡحٍ وَّ امۡرَاَتَ لُوۡطٍ‌ ؕ كَانَـتَا تَحۡتَ عَبۡدَيۡنِ مِنۡ عِبَادِنَا صَالِحَـيۡنِ فَخَانَتٰهُمَا فَلَمۡ يُغۡنِيَا عَنۡهُمَا مِنَ اللّٰهِ شَيۡــًٔا وَّقِيۡلَ ادۡخُلَا النَّارَ مَعَ الدّٰخِلِيۡنَ‏ ﴿۱۰﴾  

dharaba allaahu matsalan lilladziina kafaruu imra-ata nuuhin waimra-ata luuthin kaanataa tahta 'abdayni min 'ibaadinaa shaalihayni fakhaanataahumaa falam yughniyaa 'anhumaa mina allaahi syay-an waqiila udkhulaa alnnaara ma'a alddaakhiliina

10. Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat [1488] kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): "Masuklah ke dalam jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam)".

[1488] Maksudnya: nabi-nabi sekalipun tidak dapat membela isteri-isterinya atas azab Allah apabila mereka menentang agama.
 

12>