Alquran-indonesia.com


m.berita8.com


 
surah / surat : Shaad Ayat : 1
صٓ
shad
وَٱلْقُرْءَانِ
demi Al Quran
ذِى
mempunyai
ٱلذِّكْرِ
peringatan

صٓ‌ وَالۡقُرۡاٰنِ ذِى الذِّكۡرِؕ‏ ﴿۱﴾  

shaad waalqur-aani dzii aldzdzikri

1. Shaad, demi Al-Qur'an yang mempunyai keagungan.
 
 
surah / surat : Shaad Ayat : 2
بَلِ
bahkan/tetapi
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
كَفَرُوا۟
(mereka) kafir
فِى
dalam
عِزَّةٍ
kesombongan
وَشِقَاقٍ
dan perpecahan

بَلِ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا فِىۡ عِزَّةٍ وَّشِقَاقٍ‏ ﴿۲﴾  

bali alladziina kafaruu fii 'izzatin wasyiqaaqin

2. Sebenarnya orang-orang kafir itu (berada) dalam kesombongan dan permusuhan yang sengit.
 
 
surah / surat : Shaad Ayat : 3
كَمْ
berapa banyak
أَهْلَكْنَا
Kami telah binasakan
مِن
dari
قَبْلِهِم
sebelum mereka
مِّن
dari
قَرْنٍ
kurun
فَنَادَوا۟
lalu mereka menyeru/meminta
وَّلَاتَ
pertolongan
حِينَ
waktu
مَنَاصٍ
kelepasan (melepaskan diri)

كَمۡ اَهۡلَـكۡنَا مِنۡ قَبۡلِهِمۡ مِّنۡ قَرۡنٍ فَنَادَوْا وَّلَاتَ حِيۡنَ مَنَاصٍ‏ ﴿۳﴾  

kam ahlaknaa min qablihim min qarnin fanaadaw walaata hiina manaasin

3. Betapa banyaknya umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, lalu mereka meminta tolong padahal (waktu itu) bukanlah saat untuk lari melepaskan diri.
 
 
surah / surat : Shaad Ayat : 4
وَعَجِبُوٓا۟
dan mereka heran
أَن
karena
جَآءَهُم
datang kepada mereka
مُّنذِرٌ
seorang pemberi peringatan
مِّنْهُمْ
dari mereka
وَقَالَ
dan berkata
ٱلْكَٰفِرُونَ
orang-orang kafir
هَٰذَا
ini
سَٰحِرٌ
seorang ahli sihir
كَذَّابٌ
pendusta

وَعَجِبُوۡۤا اَنۡ جَآءَهُمۡ مُّنۡذِرٌ مِّنۡهُمۡ‌ وَقَالَ الۡكٰفِرُوۡنَ هٰذَا سٰحِرٌ كَذَّابٌ‌ ۖ‌ۚ‏ ﴿۴﴾  

wa'ajibuu an jaa-ahum mundzirun minhum waqaala alkaafiruuna haatsa saahirun kadzdzaabun

4. Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata: "Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta".
 
 
surah / surat : Shaad Ayat : 5
أَجَعَلَ
apakah dia menjadikan
ٱلْءَالِهَةَ
tuhan-tuhan
إِلَٰهًا
Tuhan
وَٰحِدًا
satu/esa
إِنَّ
sesungguhnya
هَٰذَا
ini
لَشَىْءٌ
benar-benar sesuatu
عُجَابٌ
aneh/ganjil

اَجَعَلَ الۡاٰلِهَةَ اِلٰهًا وَّاحِدًا    ۖۚ اِنَّ هٰذَا لَشَىۡءٌ عُجَابٌ ‏ ﴿۵﴾  

aja'ala al-aalihata ilaahan waahidan inna haadzaa lasyay-un 'ujaabun

5. Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang Satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.
 
 
surah / surat : Shaad Ayat : 6
وَٱنطَلَقَ
dan pergilah
ٱلْمَلَأُ
pembesar-pembesar
مِنْهُمْ
dari mereka
أَنِ
maka
ٱمْشُوا۟
berjalanlah kamu
وَٱصْبِرُوا۟
dan bersabarlah
عَلَىٰٓ
atas
ءَالِهَتِكُمْ
tuhan-tuhan kamu
إِنَّ
sesungguhnya
هَٰذَا
ini
لَشَىْءٌ
benar-benar sesuatu
يُرَادُ
dikehendaki

وَانْطَلَقَ الۡمَلَاُ مِنۡهُمۡ اَنِ امۡشُوۡا وَاصۡبِرُوۡا عَلٰٓى اٰلِهَتِكُمۡ‌ ‌ۖۚ‌ اِنَّ هٰذَا لَشَىۡءٌ يُّرَادُ ۖ‌ۚ‏ ﴿۶﴾  

wainthalaqa almalau minhum ani imsyuu waishbiruu 'alaa aalihatikum inna haadzaa lasyay-un yuraadu

6. Dan pergilah pemimpin-pemimpin mereka (seraya berkata): "Pergilah kamu dan tetaplah (menyembah) tuhan-tuhanmu, sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki [1297].

[1297] Maksudnya: menurut orang-orang kafir bahwa menyembah tuhan-tuhan itulah yang sebenarnya dikehendaki oleh Allah.
 
 
surah / surat : Shaad Ayat : 7
مَا
tidak
سَمِعْنَا
kami mendengar
بِهَٰذَا
dengan/hal ini
فِى
dalam
ٱلْمِلَّةِ
agama
ٱلْءَاخِرَةِ
yang akhir
إِنْ
tidaklah
هَٰذَآ
ini
إِلَّا
kecuali
ٱخْتِلَٰقٌ
diada-adakan

مَا سَمِعۡنَا بِهٰذَا فِى الۡمِلَّةِ الۡاٰخِرَةِ ۖۚ اِنۡ هٰذَاۤ اِلَّا اخۡتِلَاقٌ ۖ‌ۚ‏ ﴿۷﴾  

maa sami'naa bihaadzaa fii almillati al-aakhirati in haadzaa illaa ikhtilaaqun

7. Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir [1298]; ini (mengesakan Allah), tidak lain hanyalah (dusta) yang diada-adakan,

[1298] Yang dimaksud oleh orang-orang kafir Quraisy dengan "agama yang terakhir" ialah agama Nasrani yang menigakan Tuhan.
 
 
surah / surat : Shaad Ayat : 8
أَءُنزِلَ
apakah diturunkan
عَلَيْهِ
atasnya/kepadanya
ٱلذِّكْرُ
pengajaran/Al Quran
مِنۢ
dari
بَيْنِنَا
antara kita
بَلْ
bahkan/sebenarnya
هُمْ
mereka
فِى
dalam
شَكٍّ
keragu-raguan
مِّن
dari
ذِكْرِى
peringatan-Ku
بَل
bahkan/sebenarnya
لَّمَّا
belum
يَذُوقُوا۟
mereka merasakan
عَذَابِ
azab-Ku

ءَاُنۡزِلَ عَلَيۡهِ الذِّكۡرُ مِنۡۢ بَيۡنِنَا‌ؕ بَلۡ هُمۡ فِىۡ شَكٍّ مِّنۡ ذِكۡرِىۡ‌ۚ بَلْ لَّمَّا يَذُوۡقُوۡا عَذَابِؕ‏ ﴿۸﴾  

aunzila 'alayhi aldzdzikru min bayninaa bal hum fii syakkin min dzikrii bal lammaa yadzuuquu 'adzaabi

8. mengapa Al-Qur'an itu diturunkan kepadanya di antara kita?" Sebenarnya mereka ragu-ragu terhadap Al-Qur'an-Ku, dan sebenarnya mereka belum merasakan azab-Ku.
 
 
surah / surat : Shaad Ayat : 9
أَمْ
ataukah/apakah
عِندَهُمْ
disisi mereka/mereka mempunyai
خَزَآئِنُ
perbendaharaan
رَحْمَةِ
rahmat
رَبِّكَ
Tuhanmu
ٱلْعَزِيزِ
Maha Perkasa
ٱلْوَهَّابِ
Maha Pemberi

اَمۡ عِنۡدَهُمۡ خَزَآٮِٕنُ رَحۡمَةِ رَبِّكَ الۡعَزِيۡزِ الۡوَهَّابِ‌ۚ‏ ﴿۹﴾  

am 'indahum khazaa-inu rahmati rabbika al'aziizi alwahhaabi

9. Atau apakah mereka itu mempunyai perbendaharaan rahmat Tuhanmu Yang Maha Perkasa lagi Maha Pemberi ?
 
 
surah / surat : Shaad Ayat : 10
أَمْ
ataukah/apakah
لَهُم
bagi mereka
مُّلْكُ
kerajaan
ٱلسَّمَٰوَٰتِ
langit
وَٱلْأَرْضِ
dan bumi
وَمَا
dan apa
بَيْنَهُمَا
diantara keduanya
فَلْيَرْتَقُوا۟
maka hendaklah mereka menaiki
فِى
pada
ٱلْأَسْبَٰبِ
jalan/tangga-tangga

اَمۡ لَهُمۡ مُّلۡكُ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا‌فَلۡيَرۡتَقُوۡا فِى الۡاَسۡبَابِ‏ ﴿۱۰﴾  

am lahum mulku alssamaawaati waal-ardhi wamaa baynahumaa falyartaquu fii al-asbaabi

10. Atau apakah bagi mereka kerajaan langit dan bumi dan yang ada di antara keduanya? (Jika ada), maka hendaklah mereka menaiki tangga-tangga (ke langit).