Surah » At-Taubah » Jumlah Ayat: 129
 

infiruu khifaafan watsiqaalan wajaahiduu bi-amwaalikum wa-anfusikum fii sabiili allaahi dzaalikum khayrun lakum in kuntum ta'lamuuna

Dengarkan

41. Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Jarir mengetengahkan sebuah atsar melalui Mujahid sehubungan dengan ayat ini. Mujahid menceritakan bahwa hal ini terjadi ketika mereka diperintahkan untuk berangkat ke medan perang Tabuk sesudah penaklukan kota Mekah. Mereka diperintahkan untuk berangkat, sedangkan pada saat itu sedang musim panas dan buah-buahan sedang mulai masak. Suasananya pada saat itu membuat orang-orang senang bernaung-naung di bawah pepohonan, dan sangat berat bila diajak untuk berangkat ke medan perang. maka Allah menurunkan firman-Nya, "Berangkatlah kalian baik dalam keadaan ringan atau pun merasa berat." (Q.S. At-Taubah 41). Ibnu Jarir mengetengahkan sebuah atsar melalui Hadhramiy yang menceritakan, ia mendengar berita, bahwa ada orang-orang yang salah seorang dari mereka sedang terkena sakit atau karena usia terlalu tua, lalu ia mengatakan, "Sesungguhnya aku berdosa karena tidak ikut ke medan perang." Maka Allah swt. menurunkan firman-Nya, "Berangkatlah kalian baik dalam keadaan merasa ringan atau pun merasa berat." (Q.S. At-Taubah 41).
 
 

law kaana 'aradhan qariiban wasafaran qaasidan laittaba'uuka walaakin ba'udat 'alayhimu alsysyuqqatu wasayahlifuuna biallaahi lawi istatha'naa lakharajnaa ma'akum yuhlikuuna anfusahum waallaahu ya'lamu innahum lakaadzibuuna

Dengarkan

42. Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah: "Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu." Mereka membinasakan diri mereka sendiri [644] dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.

[644] Maksudnya mereka akan binasa disebabkan sumpah mereka yang palsu.
 
 

'afaa allaahu 'anka lima adzinta lahum hattaa yatabayyana laka alladziina shadaquu wata'lama alkaadzibiina

Dengarkan

43. Semoga Allah mema'afkanmu. Mengapa kamu memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang), sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar (dalam keuzurannya) dan sebelum kamu ketahui orang-orang yang berdusta?
SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Jarir mengetengahkan sebuah atsar melalui Amr bin Maimun Al-Azdiy yang menceritakan, bahwa ada dua hal yang telah dilakukan oleh Rasulullah saw. padahal beliau tidak diperintahkan untuk melakukan sesuatu dalam kedua hal tersebut, yaitu beliau mengizinkan orang-orang munafik untuk tidak berangkat berperang, dan beliau mengambil tebusan dari para tawanan. Maka Allah swt. menurunkan firman-Nya, "Semoga Allah memaafkanmu. Mengapa kamu memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang)." (Q.S. At-Taubah 43).
 
 

laa yasta/dzinuka alladziina yu/minuuna biallaahi waalyawmi al-aakhiri an yujaahiduu bi-amwaalihim wa-anfusihim waallaahu 'aliimun bialmuttaqiina

Dengarkan

44. Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk tidak ikut berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.
 
 

innamaa yasta/dzinuka alladziina laa yu/minuuna biallaahi waalyawmi al-aakhiri wairtaabat quluubuhum fahum fii raybihim yataraddaduuna

Dengarkan

45. Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keraguannya.
 
 

walaw araaduu alkhuruuja la-a'adduu lahu 'uddatan walaakin kariha allaahu inbi'aatsahum fatsabbathahum waqiila uq'uduu ma'a alqaa'idiina

Dengarkan

46. Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka. dan dikatakan kepada mereka: "Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu."
 
 

law kharajuu fiikum maa zaaduukum illaa khabaalan wala-awdha'uu khilaalakum yabghuunakumu alfitnata wafiikum sammaa'uuna lahum waallaahu 'aliimun bialzhzhaalimiina

Dengarkan

47. Jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak menambah kamu selain dari kerusakan belaka, dan tentu mereka akan bergegas maju ke muka di celah-celah barisanmu, untuk mengadakan kekacauan di antara kamu; sedang di antara kamu ada orang-orang yang amat suka mendengarkan perkataan mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang zalim.
 
 

laqadi ibtaghawuu alfitnata min qablu waqallabuu laka al-umuura hattaa jaa-a alhaqqu wazhahara amru allaahi wahum kaarihuuna

Dengarkan

48. Sesungguhnya dari dahulupun mereka telah mencari-cari kekacauan dan mereka mengatur pelbagai macam tipu daya untuk (merusakkan)mu, hingga datanglah kebenaran (pertolongan Allah) dan menanglah agama Allah, padahal mereka tidak menyukainya.
 
 

waminhum man yaquulu i/dzan lii walaa taftinnii alaa fii alfitnati saqathuu wa-inna jahannama lamuhiithatun bialkaafiriina

Dengarkan

49. Di antara mereka ada orang yang berkata: "Berilah saya keizinan (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus dalam fitnah." Ketahuilah bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah [645]. Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar meliputi orang-orang yang kafir.

[645] Ada beberapa orang munafik yang tidak mau pergi berperang ke Tabuk (daerah kekuasaan Rumawi) dengan berdalih khawatir akan tergoda oleh wanita-wanita Romawi, berhubung dengan itu turunlah ayat ini untuk membukakan rahasia mereka dan menjelaskan bahwa keengganan mereka pergi berperang itu adalah karena kelemahan iman mereka dan itu adalah suatu fitnah.
SEBAB TURUNNYA AYAT: Imam Thabrani, Abu Nu'aim dan Ibnu Murdawaih mengetengahkan sebuah hadis melalui Ibnu Abbas r.a. Ibnu Abbas menceritakan, bahwa tatkala Nabi saw. bermaksud untuk berangkat ke medan perang Tabuk, lalu beliau bertanya kepada Jadd bin Qais, "Hai Jadd bin Qais! Bagaimana pendapatmu tentang memerangi orang-orang Bani Ashfar (kulit kuning/orang-orang Romawi." Maka Jadd bin Qais menjawab, "Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku adalah seorang lelaki yang banyak memiliki wanita (istri). Bilamana saya melihat wanita orang-orang kulit kuning saya pasti terfitnah oleh mereka, maka janganlah engkau menjadikan saya terjerumus ke dalam fitnah." Kemudian Allah swt. menurunkan firman-Nya, "Di antara mereka ada orang yang berkata, 'Berilah saya keizinan tidak pergi berperang dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus ke dalam fitnah.'.." (Q.S. At-Taubah 49). Ibnu Abu Hatim dan Ibnu Mardawaih keduanya mengetengahkan sebuah hadis yang sama melalui Jabir bin Abdullah. Imam Thabrani mengetengahkan sebuah hadis melalui jalur periwayatan yang lain bersumber dari Ibnu Abbas r.a. bahwasanya Nabi saw. telah bersabda, "Berperanglah kalian, niscaya kalian akan memperoleh ganimah wanita-wanita Bani Ashfar." Maka sebagian dari orang-orang munafik mengatakan, "Sesungguhnya dia (Nabi Muhammad) menjerumuskan kalian ke dalam fitnah melalui wanita." Maka Allah swt. menurunkan firman-Nya, "Di antara mereka ada orang yang berkata, 'Berilah saya keizinan (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus ke dalam fitnah.'" (Q.S. At-Taubah 49).
 
 

in tushibka hasanatun tasu/hum wa-in tushibka mushiibatun yaquuluu qad akhadznaa amranaa min qablu wayatawallaw wahum farihuuna

Dengarkan

50. Jika kamu mendapat suatu kebaikan, mereka menjadi tidak senang karenanya; dan jika kamu ditimpa oleh sesuatu bencana, mereka berkata: "Sesungguhnya kami sebelumnya telah memperhatikan urusan kami (tidak pergi perang)" dan mereka berpaling dengan rasa gembira.
SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melalui Jabir bin Abdullah yang menceritakan, bahwa orang-orang munafik yang tetap tinggal di Madinah tidak ikut ke medan perang menyiarkan berita buruk mengenai Nabi saw. Mereka mengatakan, "Sesungguhnya Muhammad dan para sahabatnya telah mengalami keletihan yang sangat di dalam perjalanannya dan mereka semua akan binasa." Kemudian berita bohong mereka itu sampai kepada Nabi saw. dan para sahabatnya, karena terbukti bahwa Nabi saw. dan para sahabatnya dalam keadaan sehat walafiat, maka berita tersebut membuat orang-orang munafik tidak senang, lalu Allah swt. menurunkan firman-Nya, "Jika kamu mendapat sesuatu kebaikan, mereka menjadi tidak senang karenanya..." (Q.S. At-Taubah 50).
 
 < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 >  Last ›

Kembali Ke atas

Sumber: http://www.alquran-indonesia.com