Surah » At-Taubah » Jumlah Ayat: 129
 

walaa yunfiquuna nafaqatan shaghiiratan walaa kabiiratan walaa yaqtha'uuna waadiyan illaa kutiba lahum liyajziyahumu allaahu ahsana maa kaanuu ya'maluuna

Dengarkan

121. dan mereka tiada menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal saleh pula) karena Allah akan memberi balasan kepada mereka yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
 
 

wamaa kaana almu/minuuna liyanfiruu kaaffatan falawlaa nafara min kulli firqatin minhum thaa-ifatun liyatafaqqahuu fii alddiini waliyundziruu qawmahum idzaa raja'uu ilayhim la'allahum yahtsaruuna

Dengarkan

122. Tidak sepatutnya bagi mu'minin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.
SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melalui Ikrimah yang menceritakan, bahwa ketika diturunkan firman-Nya berikut ini, yaitu, "Jika kalian tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kalian dengan siksa yang pedih." (Q.S. At-Taubah 39). Tersebutlah pada saat itu ada orang-orang yang tidak berangkat ke medan perang, mereka berada di daerah badui (pedalaman) karena sibuk mengajarkan agama kepada kaumnya. Maka orang-orang munafik memberikan komentarnya, "Sungguh masih ada orang-orang yang tertinggal di daerah-daerah pedalaman, maka celakalah orang-orang pedalaman itu." Kemudian turunlah firman-Nya yang menyatakan, "Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang)." (Q.S. At-Taubah 122). Ibnu Abu Hatim mengetengahkan pula hadis lainnya melalui Abdullah bin Ubaid bin Umair yang menceritakan, bahwa mengingat keinginan kaum Mukminin yang sangat besar terhadap masalah jihad, disebutkan bahwa bila Rasulullah saw. mengirimkan pasukan perang, maka mereka semuanya berangkat. Dan mereka meninggalkan Nabi saw. di Madinah bersama dengan orang-orang yang lemah. Maka turunlah firman Allah swt. yang paling atas tadi (yaitu surah At-Taubah ayat 122).
 
 

yaa ayyuhaa alladziina aamanuu qaatiluu alladziina yaluunakum mina alkuffaari walyajiduu fiikum ghilzhatan wai'lamuu anna allaaha ma'a almuttaqiina

Dengarkan

123. Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.
 
 

wa-idzaa maa unzilat suuratun faminhum man yaquulu ayyukum zaadat-hu haadzihi iimaanan fa-ammaa alladziina aamanuu fazaadat-hum iimaanan wahum yastabsyiruuna

Dengarkan

124. Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata: "Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turannya) surat ini?" Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, dan mereka merasa gembira.
 
 

wa-ammaa alladziina fii quluubihim maradhun fazaadat-hum rijsan ilaa rijsihim wamaatuu wahum kaafiruuna

Dengarkan

125. Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit [666], maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir.

[666] Maksudnya penyakin bathiniyah seperti kekafiran, kemunafikan, keragua-raguan dan sebagainya.
 
 

awa laa yarawna annahum yuftanuuna fii kulli 'aamin marratan aw marratayni tsumma laa yatuubuuna walaa hum yadzdzakkaruuna

Dengarkan

126. Dan tidaklah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji [667] sekali atau dua kali setiap tahun, dan mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?

[667] Yang dimaksud dengan ujian disini ialah: musibah-musibah yang menimpa mereka seperti terbukanya rahasia tipu daya mereka, pengkhianatan mereka dan sifat mereka menyalahi janji.
 
 

wa-idzaa maa unzilat suuratun nazhara ba'dhuhum ilaa ba'dhin hal yaraakum min ahadin tsumma insharafuu sharafa allaahu quluubahum bi-annahum qawmun laa yafqahuuna

Dengarkan

127. Dan apabila diturunkan satu surat, sebagian mereka memandang kepada yang lain (sambil berkata): "Adakah seorang dari (orang-orang muslimin) yang melihat kamu?" Sesudah itu merekapun pergi. Allah telah memalingkan hati mereka disebabkan mereka adalah kaum yang tidak mengerti.
 
 

laqad jaa-akum rasuulun min anfusikum 'aziizun 'alayhi maa 'anittum hariishun 'alaykum bialmu/miniina rauufun rahiimun

Dengarkan

128. Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.
 
 

fa-in tawallaw faqul hasbiya allaahu laa ilaaha illaa huwa 'alayhi tawakkaltu wahuwa rabbu al'arsyi al'azhiimi

Dengarkan

129. Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung".
 
‹ First  < 9 10 11 12 13

Kembali Ke atas

Sumber: http://www.alquran-indonesia.com